Diskominfo Sarmi--Komandan Kodim (Dandim) 1712/Sarmi, Letkol Inf. Patria Setia Bakti, S.Sos., memimpin apel kesiapsiagaan dalam rangka penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Sarmi, Papua. Kegiatan tersebut berlangsung di Lapangan Merdeka Kabupaten Sarmi, Jumat (28/8/2026), dengan melibatkan unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, BPBD, Satpol PP, dan Basarnas.
Dalam sambutannya, Dandim 1712/Sarmi menyampaikan bahwa apel gelar pasukan tersebut merupakan bagian dari upaya memastikan kesiapan personel dan material dalam menghadapi kemungkinan terjadinya Karhutla di wilayah Kabupaten Sarmi. Menurutnya, kesiapsiagaan perlu dilakukan sejak dini mengingat kebakaran hutan dan lahan masih terjadi di sejumlah wilayah Indonesia.
Ia menjelaskan, Karhutla dapat terjadi karena berbagai faktor, terutama akibat ulah manusia maupun kondisi cuaca. Aktivitas pembukaan lahan dengan cara membakar maupun pembakaran sampah yang tidak terkendali menjadi salah satu hal yang harus mendapat perhatian serius dari seluruh pihak.
Selain faktor manusia, Dandim juga menyoroti pengaruh fenomena El Niño terhadap kondisi cuaca. Fenomena tersebut ditandai dengan meningkatnya suhu permukaan laut di wilayah Pasifik bagian tengah dan timur yang dapat berdampak terhadap berkurangnya pembentukan dan pergerakan awan hujan ke wilayah Indonesia. Kondisi tersebut pada akhirnya dapat memicu kekeringan dan meningkatkan potensi terjadinya Karhutla.
Menurutnya, dampak kondisi cuaca tersebut dapat dilihat di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk menurunnya debit air pada sungai yang selama ini digunakan masyarakat sebagai jalur transportasi maupun distribusi logistik. Karena itu, masyarakat di Kabupaten Sarmi juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana yang dapat terjadi akibat perubahan kondisi cuaca.
Dandim menegaskan bahwa penanggulangan bencana tidak dapat dilakukan oleh satu institusi saja. Untuk itu, apel tersebut melibatkan berbagai unsur sebagai bentuk kolaborasi dan sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, BPBD, Satpol PP, Basarnas, hingga pemerintah distrik. Seluruh unsur diharapkan memiliki kesiapan apabila sewaktu-waktu terjadi Karhutla maupun bencana lainnya.
Selain Karhutla, Kabupaten Sarmi juga memiliki potensi menghadapi bencana lain, seperti banjir dan gempa bumi. Dandim mengingatkan bahwa selain El Niño, terdapat pula fenomena La Niña yang merupakan kebalikan dari El Niño dan dapat meningkatkan curah hujan di wilayah Indonesia. Kondisi tersebut perlu diantisipasi melalui kesiapan seluruh unsur penanggulangan bencana.
Dandim juga meminta Babinsa, Bhabinkamtibmas, pemerintah distrik, serta seluruh unsur terkait untuk memberikan edukasi kepada masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menggunakan api. Salah satu kebiasaan yang perlu diwaspadai adalah membakar sampah atau membersihkan halaman dengan cara membakar, karena api dapat dengan mudah menyebar apabila tidak diawasi dan dikendalikan dengan baik.
Usai pelaksanaan apel, kegiatan dilanjutkan dengan pengecekan kesiapan perlengkapan dan kendaraan yang akan digunakan dalam penanganan bencana. Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh, Wakapolres Sarmi, Kompol Aser Borom, Danyonif TP 809/NTM, Letkol Inf. Jeffry Satriansyah, S.Hub.Int, Kasatpolairud Polres Sarmi, Ipda, Marthinus, AP, SH, Plt. BPBD Sarmi, Hartono Hasan, Kepala Basarnas, Sangat Sinaga, Kepala Distrik Sarmi, Kota, Hendrina Lusi J. Marisan, S.IP, serta para perwira Polres Sarmi.(*)





