Disnaker Sarmi Harapkan Pelatihan Jadi Bekal Wirausaha dan Peluang Kerja bagi 62 Peserta

Diskominfo Sarmi---Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sarmi, Ottouw G. Samoa, berharap kegiatan pendidikan dan pelatihan keterampilan yang telah dilaksanakan selama kurang lebih 12 hari dapat menjadi bekal bagi para peserta untuk membangun usaha mandiri maupun memasuki dunia kerja. Hal itu disampaikannya kepada awak media usai penutupan pelatihan di Sarmi, Papua, Sabtu (25/7/2026). Ottouw mengatakan, pelatihan tersebut merupakan salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Sarmi melalui Dinas Tenaga Kerja untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), sehingga masyarakat memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri. Menurutnya, keterampilan yang diperoleh selama pelatihan diharapkan tidak hanya menjadi pengetahuan semata, tetapi dapat diterapkan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari. Para peserta didorong untuk memanfaatkan ilmu yang didapat sebagai modal membuka usaha secara mandiri maupun untuk melamar pekerjaan di berbagai perusahaan dan instansi. "Harapan kami, setelah mengikuti pelatihan ini peserta memiliki kemampuan yang dapat digunakan untuk berwirausaha secara mandiri. Selain itu, keterampilan yang dimiliki juga dapat menjadi nilai tambah ketika mereka ingin bekerja di berbagai perusahaan maupun instansi," ujar Ottouw. Ia menjelaskan, jumlah peserta yang mengikuti pelatihan sebanyak 62 orang yang berasal dari berbagai distrik di Kabupaten Sarmi. Mereka dibagi ke dalam beberapa bidang pelatihan sesuai dengan minat dan kebutuhan keterampilan kerja. Adapun pelatihan yang diberikan meliputi servis telepon seluler (HP) yang diikuti 15 peserta, operator alat berat excavator sebanyak 15 peserta, servis pendingin ruangan (AC) sebanyak 15 peserta, serta servis motor tempel yang juga diikuti 15 peserta. Ottouw menilai seluruh bidang pelatihan tersebut memiliki peluang kerja yang cukup besar dan sangat dibutuhkan di tengah perkembangan pembangunan daerah. Selain membuka peluang bekerja di sektor formal, keterampilan tersebut juga memungkinkan peserta menciptakan lapangan kerja baru melalui usaha jasa secara mandiri. Ia berharap para peserta terus mengembangkan kemampuan yang telah diperoleh dengan mengikuti perkembangan teknologi dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Dengan demikian, keterampilan yang dimiliki akan mampu bersaing di dunia kerja dan memberikan manfaat ekonomi bagi keluarga maupun lingkungan sekitar. Pemerintah Kabupaten Sarmi, lanjut Ottouw, akan terus berupaya menghadirkan program-program pelatihan yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja. Melalui peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal, diharapkan angka pengangguran dapat ditekan, kesempatan kerja semakin terbuka, serta kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sarmi terus meningkat.(*)