Pemerintah Daerah Kabupaten SarmiKabupaten Sarmi
Berita Utama

DPMK Sarmi Dorong Produk Lokal Jadi Kekuatan Ekonomi Kampung

Diinput 16 Oktober 2026 pukul 09.28 WIT24 dilihat0 suka0 tidak suka
DPMK Sarmi Dorong Produk Lokal Jadi Kekuatan Ekonomi Kampung
Peserta Kegiatan

KOMINFO SARMI– Pemerintah Kabupaten Sarmi melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) mendorong setiap kampung untuk memberdayakan potensi sumber daya lokal sebagai sumber ekonomi keluarga dan masyarakat. Langkah ini dinilai penting untuk menjawab tantangan efisiensi besar-besaran yang saat ini dirasakan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Yan Serewi, S.Sos., Kepala Bidang Kelembagaan DPMK Kabupaten Sarmi, saat kegiatan Rapat Fasilitasi Distrik dan Kampung tentang Kelompok Binaan, Pemasaran dan Produksi Penduduk, yang berlangsung di Aula Kantor Distrik Sarmi, Rabu (14/10/2026).

Kegiatan tersebut mengangkat tema “Bangga Lestarikan Produk Sarmi”, dengan fokus mendorong pengembangan kelompok usaha masyarakat, peningkatan produksi, serta perluasan pemasaran produk unggulan dari masing-masing kampung.

Yan Serewi mengatakan, Kabupaten Sarmi memiliki potensi sumber daya alam dan produk lokal yang dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi masyarakat apabila dikelola secara baik dan berkelanjutan.

Potensi tersebut meliputi hasil laut yang melimpah, kerajinan tangan seperti tifa, kain tenun Tervo dari Suku Sobey yang telah mendunia, abon ikan, keripik singkong, serta berbagai produk berbasis sumber daya alam lainnya.

“Berdayakan sumber daya lokal sebagai sumber ekonomi keluarga dan masyarakat yang ada di masing-masing kampung dalam menjawab tantangan efisiensi besar-besaran yang sedang kita rasakan,” ungkap Yan.

Menurutnya, setiap kampung memiliki potensi dan keunggulan yang berbeda sehingga perlu diidentifikasi dan dikembangkan sesuai dengan sumber daya yang tersedia. Potensi tersebut tidak cukup hanya dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga perlu diolah menjadi produk yang memiliki nilai tambah dan mampu menghasilkan pendapatan bagi masyarakat.

Dampak Nyata bagi Ekonomi Kampung

Melalui kegiatan fasilitasi ini, diharapkan kampung-kampung di Kabupaten Sarmi semakin mampu mengembangkan kelompok usaha produktif yang berbasis pada potensi lokal. Dampak yang ingin dicapai bukan hanya meningkatnya jumlah produk yang dihasilkan, tetapi juga terbukanya peluang usaha dan bertambahnya sumber pendapatan bagi keluarga.

Sebagai contoh, hasil tangkapan nelayan dapat diolah menjadi abon ikan atau produk olahan lainnya sehingga memiliki nilai jual lebih tinggi dan berpotensi memperluas jangkauan pemasaran. Demikian pula singkong dapat diolah menjadi keripik, sementara kerajinan tifa dan kain tenun Tervo dapat dikembangkan sebagai produk unggulan yang mengangkat identitas budaya masyarakat Sarmi.

Pengembangan usaha tersebut berpotensi memberikan kesempatan kepada mama-mama, pemuda, nelayan, perajin, serta kelompok usaha kampung untuk terlibat secara aktif dalam kegiatan ekonomi produktif. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya bergantung pada penjualan bahan mentah, tetapi juga dapat memperoleh manfaat dari proses pengolahan dan pemasaran produk.

Dari sisi pembangunan kampung, kegiatan ini juga diharapkan mendorong pemerintah kampung dan distrik untuk lebih mengenali potensi ekonomi wilayahnya, memperkuat pendampingan kelompok usaha, serta membangun kerja sama dalam membuka akses pasar.

Pemasaran Menjadi Kunci Keberlanjutan Usaha

Yan menegaskan, pengembangan produk lokal harus disertai perhatian terhadap kualitas produksi, pengemasan, kesinambungan pasokan, dan pemasaran. Tanpa dukungan pemasaran yang memadai, produk yang dihasilkan masyarakat berisiko sulit berkembang meskipun memiliki potensi besar.

Karena itu, fasilitasi terhadap kelompok binaan diharapkan dapat membantu masyarakat memahami pentingnya menghasilkan produk yang berkualitas, memiliki daya saing, dan sesuai dengan kebutuhan pasar.

Jika dilakukan secara konsisten, upaya ini berpotensi menciptakan perputaran ekonomi yang lebih besar di tingkat kampung. Pendapatan dari penjualan produk dapat kembali dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan keluarga, mengembangkan usaha, serta membuka kesempatan kerja bagi warga setempat.

Selain manfaat ekonomi, pengembangan produk lokal juga menjadi bagian dari upaya melestarikan budaya dan pengetahuan tradisional masyarakat. Kerajinan tifa dan kain tenun Tervo, misalnya, tidak hanya memiliki nilai jual, tetapi juga membawa identitas dan kebanggaan masyarakat Sarmi.

Melalui tema “Bangga Lestarikan Produk Sarmi”, DPMK Kabupaten Sarmi berharap potensi lokal dapat dikembangkan secara berkelanjutan, dengan keterlibatan aktif pemerintah distrik, pemerintah kampung, dan kelompok usaha masyarakat.

Pada akhirnya, keberhasilan kegiatan ini diharapkan dapat terlihat dari tumbuhnya kelompok usaha yang aktif, meningkatnya kualitas dan pemasaran produk, serta bertambahnya pendapatan masyarakat. Dengan memanfaatkan potensi yang dimiliki setiap kampung, produk lokal diharapkan menjadi salah satu penopang ekonomi keluarga sekaligus penggerak kemandirian ekonomi kampung di Kabupaten Sarmi.